JAYAPURA (SWpapua.Com)—Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan, bandara, jaringan air bersih dan listrik terus diwujudkan. Sebab ini adalah satu-satunya cara untuk membuka isolasi daerah, membangun konektivitas antarwilayah, meningkatkan distribusi barang dan jasa, dan menciptakan kemandirian energi.

Di sela-sela kunjungannya untuk meninjau progress pembangunan jembatan Iwur dan jembatan kali biru, Jumat, 25 November 2023, Bupati Pegubin, Spei Yan Bidana, ST,M.Si meminta agar masyarakat Pegubin harus sabar. Sebab target perampungan jembatan, pengerjaan sejumlah ruas jalan, hingga pemasangan jaringan listrik dan air bersih yang  sedang digenjot, waktu peresmiannya bisa bergeser dari target.

“Jika tidak akhir Desember ini, berarti awal tahun 2024 baru kita resmikan secara terpusat di Oksibil. Rencananya kit akan undang Menteri Sosial untuk datang resmikan secara serentak mulai jembatan, bandara, air bersih dan listrik. Jadi mohon masyarakat bersabar,” kata Bupati Spei melalui telepon selulernya dari Oksibil, Jumat petang. 

Menurut Bupati, saat memantau proses pembangunan Jembatan Iwur, target rampung tampaknya mengalami pergeseran. Sebab pengecoran lantai atas jembatan yang menelan angggaran APBD Pegubin 2023 sekitar Rp 14 miliar itu, baru akan dilakukan sekitar dua pekan ke depan.

“Jadi lantai atasnya diperkirakan akan dicor pada minggu kedua Desember. Tanggal 28 Desember 2023 harusnya bisa diresmikan, tetapi karena infrastruktur lain belum rampung, seperti jaringan listrik yang masih ada kendala suplai tiang dari Jayapura ke oksibil dan proses penggalian yang makan waktu, jadi kita pending peresmiannya nanti satu kali secara serentak,” tuturnya.

Selain Jembatan Iwur, politisi PDIP Perjuangan ini juga berkesempatan meninjau progres pembangunan Jemabatan Kali Biru yang merupakan penghubung jalur Trans Papua dari Pegubin menuju Kabupaten Boven Digoel.

“Jembatan ini dibangun dengan dana APBN, proyek multiyears. Dari diskusi dengan pelaksana proyek, diperkirakan akan rampung pada April 2024. Mereka masih harus pasang abutmen di sisi sungai dan drooping besi baja dari Boven Digoel,” tambahnya.

Oleh karena itu, Bupati Spei Bidana berharap masyarakat Pegubin tetap sabar dan memahami kondisi dan tantangan pembangunan infrastruktur daerah. Ia mengajak masyarakatnya harus bersyukur bahwa di tengah kesulitan itu, ia tetap berkomitmen melakukan perubahan-perubahan mendasar bagi Pegubin.

“Pembangunan infrastruktur dasar ini tidak mudah. Butuh komitmen seorang pemimpin. Selain jembatan, jalan aspal Oksibil ke Pepera juga kita sudah bangun 8 kilometer lebih, lalu dari Pepera ke Oklip sudah kita buka jalan 7 kilometer. Oksibil-Okaom juga kita sudah 2 kilometer lebih,” tegasnya.

Mantan Kepala Bappeda Pegubin ini menambahkan, selain infrastruktur, pihaknya juga sedang konsentrasi penyiapan Sumber Daya Manusia, seperti kebijakan mengirim 210 calon guru dan perawat di UKSW Salatiga sejak dua tahun lalu.

“Saat ini mereka sedang turun praktik, sehingga kekurangan guru dan perawat ini akan bisa dipenuhi,” tutupnya. (Gusty Masan Raya)

Sumber : Papua Bangkit.Com
Admin Redaksi

By Admin